Hari
ini tanggal 10 November kan? Semua masih ingat dan tahu kan hari apa? Ya benar,
hari ini memanglah hari Pahlawan. Hari ini adalah hari dimana kita menundukkan
kepala kita sejenak, mengenang , dan merenungkan perjuangan pahlawan-pahlawan
kita yang telah gugur dimasa lalu. Di waktu dimana kita belum mengetahui apa-apa
tentang dunia ini. Mereka berani mempertaruhkan nyawanya demi hidup kita, demi
masa depan kita di waktu sekarang. Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Mempertahankan
kemerdekaan! Ya mungkin ini emang bener sih, tapi apa Cuma itu usaha kita? Demi
sebuah rasa terima kasih? Cuma itu kah balas budi kita?
Siapa
pahlawan favoritmu? Banyak yang akan menjawab Bung Karno,Bung Hatta, Bung Tomo,
dll. Ya, mereka sangat diidolakan karena kegigihan mereka. Namun pernahkah kita
berpikir tentang sesosok makhluk yang sangat sabar di dunia ini? Pernahkah kita berpikir untuk menjawab “guru”
saat kita ditanya pertanyaan seperti itu. Entah di dalam hati kita, di pikiran
kita, atau bahkan di mulut kita, dan
mungkin hanya sediikit dari kita yang yang memikirkannya bahkan
terkadang ragu untuk menjawabnya,? Guru, di bahasa Jawa sering dikatakan bahwa
guru adalah digugu lan ditiru atau
jika kita artikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi dipatuhi dan diteladan.
Sosok seorang guru memang pantas untuk mendapatkan sebutan itu.
Kalau
kita mau menelisik ke belakang, kita akan ingat sendiri betapa perjuangan guru
saat itu. Saat kita masih berada di Taman Kanak-kanak, siapa yang mengajari
kita menggunting, menggambar, memegang pensil, menyebutkan nama-nama hari,
menyebutkan nama-nama tahun, menyebutkan nama-nama binatang, menyebutkan angka,
menyebutkan nama-nama warna, menyebutkan nama-nama buah, dan lain-lain. Bayangkan saja, seandainya kita ini orang
sukses, setiap hari berkutat di depan computer, mempunyai meeting setiap harinya dengan para investor ataupun client. Bagaimana
jika kita ditanya nama buah dan kita salah karena kita tidak pernah diajari
oleh guru sebelumnya? Hal ini merupakan contoh kecil namun penting sebenarnya.
Atau
saat kita beranjak masuk Sekolah Dasar, kita diajari bagaimana menulis dengan
rapi dan baik. Kita diajari juga bagaimana caranya menghitung, mengotak-atik
angka secara sederhana dan yang paling penting, kita bisa menerapkannya di
kehidupan sehari-hari. Contohnya saja saat kita pergi ke warung untuk membeli
jajanan, kita bisa menghittung berapa total uang yangkita perlukan tanpa takut
kalau kita ditipu nantinya. Atau saat kita beranjak ke jenjang yang lebih jauh,
kita berkutat pada hal-hal yang lebih kompleks dalam kehidupan kita.
Nah,
pernahkah kita berpikir sejauh itu? Hal ini mungkin terlihat sepele bagi kita.
Namun apa jadinnya hidup kita tanpa adanya mereka-mereka yang rela menghadapi
kenakalan dan kelabilan kita. Mereka memang pahlawan-tanpa-tanda-jasa, namun
mereka sangat berjasa di kehidupan kita. Guru, sumber pemberi ilmu, fasilitator
belajar kita. Banyak yang telah mereka lakukan dan korbankan untuk kita,
murid-muridnya. Mungkin , tidak semua guru sempurna di dalam ketidaksempurnaan
mereka. Mereka juga manusia biasa yang bisa mengeluh juga seperti kita.
Mengeluh karena tidak dihormati, tidak dihargai baik oleh murid-muridnya
ataupun instansi-instansi yang berwenang. Oleh karena itu, siapapun kita apapun
kita sekarang ini ataupun di masa yang akan jangan pernah kita menyepelekan
guru kita. Tanpa mereka, kita tidak akan bisa menulis dengan lancar, membaca dengan lancar, bertingkah dengan
baik, dan menjadi seperti apa yang kita lihat sekarang ini. Mereka itu pahlwan
kita, pahlawan bagi para pencari ilmu di dunia ini entah seberapa besar andil
yang mereka berikan dalam kehidupan kita. Di hari Pahlawan ini, marilah kita
berterimakasih kepada semua Pahlawan yang berjuang demi negara kita termasuk
guru-guru kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar